Hospital Bag Checklist

Berikut adalah catatan saya selama kelas inspirasi, tentang apa aja yang sebaiknya di bawa saat mau bersalin di rumah sakit. Perlengkapan ini, diharapkan bisa membantu di ruang persalinan nanti 🙂 :

Makanan dan Minuman

Makanan yang di bawa, sebaiknya makanan yang banyak serat, mudah di cerna, dan berenergi. Untuk makan berat, sebaiknya sudah di lakukan di rumah, tapi kalau mau di bawa ( untuk ayah atau ibu) baiknya yang simple saja. Berikut Contoh makanan yang sebaiknya di bawa

  • Kurma
  • Coklat
  • Oatmeal
  • Jus Kiwi ( segala yang bentuk jus, dimaksudkan biar mudah di cerna, ngga banyak tenaga juga pas makannya, dan buah buahan ini buah yang menambah energi )
  • Jus Anggur
  • Jus Apel
  • Jus Nanas
  • Pizza / Mie ( boleh kalo pengen )
  • Minuman elektrolit : Infused water, kangen water, pocari atau kalo ga ada ya udah aqua aja 😀
  • Madu ( yang sachet aja biar ga repot)
  • Permen / pewangi mulut buat ayah ( karena bakalan sering tiup tiup, usap usap, cium ibu)

Barang barang pendukung

Selain makanan dan minuman ( yang mana itu penting harus di bawa untuk senjata di ruang bersalin) ada barang barang pendukung lain yang juga sebaiknya di bawa :

  • Baju ganti untuk Ayah selama di RS 3-4 potong, mengingat si ricky cepet keringetan (kalau ibu dan adik ngga perlu, pakek baju dari rs aja. Siapin dikit aja buat pulang dari rs doank)
  • Tanda bukti DP rumah sakit
  • Hape
  • Dompet ( pastikan KTP sudah di dalem)
  • Kamera
  • Colokan T atau kabel extension
  • Kipas Sate ( yang gerakin dikit dan anginnya besar, jadi bisa meminimalisir tenaga ibu / ayah. Meskipun sudah ada AC, pas kontraksi katanya bisa puanassss banget)
  • Aroma terapi (untuk menenangkan ibu, biar ngga terasa terintimidasi dengan suasana rumah sakit) lavender, jasmine, clarisarch, release apa aja deh yang disuka baunya
  • Play list lagu untuk bikin rilex
  • Powerbank
  • WWC / wwset ( ntah gemana tulisannya, di apotek ada. Gunanya untuk membantu meminimalisir sakit pinggang, semacam salonpas yg di tempel gitu)
  • Mangkok & kain waslap kecil untuk mengelap keringet, bagusnya airnya di kasi aroma terapi biar ibu rilex dan ngga bau rumah sakit
  • Sedotan yang gede. Karena di rumah sakit sedotan aqua nya kecil, nanti ibu jadi males minum karena tenaga yang dikeluarkan besar (untuk nyedotnya) . Kalo udah males minum, nanti bisa dehidrasi, jadi bawa aja sedotan yang gede biar ga males minum.
  • Handuk kecil
  • Kain ( ini untuk spinning kalo misal pinggul pegel )

 

Hal – hal yang perlu diperhatikan selama di ruang bersalin :

Ibu

Tetap rilex, tenang, atur pernafasan, jangan kepo, baper dan harus positif thingking

Ayah

Jangan ucapkan kalimat negative, jangan tanya sakitnya di mana, jangan ngomong banyak, lebih baik semangatin dan support terus dengan kalimat positif 😀 (*berat beud yah 😛 )

Jangan tanya kondisi bayi ke dokter di depan istri, lebih baik tanya di luar ruangan, lalu sampaikan semua hasilnya ke istri dengan kalimat positive dan mendukung

 

Baiklah, sekian catatan hospital bags checklist, nanti berkala akan di update lagi

 

Love,

Filya

Merawat newborn [ Mimik Cucu, Pipis dan Popo ]

Selain belajar untuk mempersiapkan persalinan yang nyaman, saya juga membaca artikel artikel untuk bayi yang baru lahir. Karena nanti akan di urus sendiri 😀 (susah bener nyari mbak di hari gini).

Baiklah ini lah sekiranya intisari dari artikel artikel yang saya baca :

Intensitas Mimik Cucu

Saya juga di beritau oleh bu bidan, kalau bayi baru lahir ukuran lambungnya hanya seukuran kelereng. Jadi ekspektasinya, asi diberikan setiap 2 jam sekali. Di artikel yang saya baca, bayi setelah lahir akan kehilangan 30% berat badannya, dan kita harus mengembalikan berat badan itu selama 1-2 minggu dengan cara menyusui dengan teratur. Planning saya, untuk pagi saya akan memberikan asi sejam sekali, untuk malam (diatas jam 9) saya akan beri dua jam sekali. Saya pernah baca baca artikel juga, ada baiknya sedari kecil mengenalkan perbedaan pagi dan malam. Pagi harus banyak beraktivitas dan malam harus lebih banyak tidur. Dan jangan lupa untuk membantu bayi sendawa setelah 10- 15 menit mimik susu.

Ngecek pipis dan popo nya Bayi

Katanya kalo anak asi, minimal ganti popok 5 kali sehari. Anak asi akan lebih sering pipis dan popo karena asi lebih mudah di serap oleh tubuh. Ada bagusnya semua di catat dengan rinci, trus pas priksa ke dokter dua minggu pertama setelah lahir, semua bisa keep on track tentang perkembangan dedek bayi

contoh catatan perkembangan new born

warna popo hari pertama : hitam lalu hari hari berikutnya berangsur menjadi hijau, atau kuning. Kalau merah atau keras, segera konsultasi.

Nah ini adalah saat saat dimana kita harus segera konsultasi jika :

  • Dehidrasi : Kalo pipis ❤ hari sehari, Dia terlalu heboh atau terlalu lesu, Bibir nya kering
  • Susah Popo : kalo belom popo > 48jam, lendir keputihan dalam popo, ada coretan atau bintik-bintik merah, yang tanda-tanda darah di popo nya
  • Suhu Badan Bayi : kalo > 38C atau < 36C
  • Pernapasan : Nafasnya berat, bernapas secara konsisten cepat, berisik pernapasan (mengi terdengar, bersiul suara, atau suara serak selama menghirup dan menghembuskan nafas), nafas dengan tulang rusuknya terlihat aneh (tidak seperti biasanya)
  • Ngantuk yang berlebihan : setelah nyusu, 4-5 jam setelahnya ngga bangun
  • Ngga nafsu makan : nyusu < 7 kali selama 24 jam
  • Terlihat Lesu, pucat, lemas, sakit

Pada intinya :

“If you’re confused, just remember this,” says Jennifer Shu. “Whether we’re talking about pooping, eating, sleeping, or crying, every baby is different. Normal is actually a big range. What matters most are sudden changes –

Love,

Filya

Inspirasi Lahiran Indah

Awalnya yang ada di dalam bayangan saya, kalau lahiran ya ke rumah sakit, nanti sampai di sana, bersiap ke ruang lahiran dan dokter suster akan mengurus segala galanya. Saya diem aja, kalo di suruh ngeden ya ngeden 😂😂😂

Nah, lantas sayanya ngapain? Denger cerita dari teman teman yang sudah lahiran, beragam ceritanya. Ada temen yang bilang, ya gitu deh, suamiku sempet ku gigit, ku jambak, yaa.. sakit sih, mo gemana donk.. 

Susah nanti tuh fil, uda perut sakit, nyonyok sakit, harus nyusuin lagi, bingung, badan sakit semua tauuuu.. 

Perlahan mundur teratur, menyiapkan mental, sakit banget nih pasti, apa perlu siapin wasiat kali ye.. biar tanaman cabe di depan ada yg ngelanjutin nyiram, biar cicilan panci ada yang nerusin, biar task task kantor bisa di lanjutkan yang lain. Ya namanya juga orang parno, pikiran jadi kemana mana 😑

Ahirnya pikiran ku mulai terbuka saat ikutan kelas lahiran indah nya bali birth keepers hari minggu kemarin. Sebelom acara inti sama bu bidan Yessi, ada dua orang ibu yang sharing session tentang lahiran indah mereka.

Ibu yang pertama, ceritanya sangat menyentuh. Si ibu yang sedang jauh dari suami ( kalo ga salah, suaminya lagi pendidikan somewhere aku lupa daerahnya ) sadar kalau dirinya sudah waktunya melahirkan. Dia dengan tenang menelpon suaminya, mempersiapkan kelahirannya di rumah ( si ibu pertama ini waterbirth di rumah ).

Yang saya lihat dari video dan foto fotonya, si ibu nampak tenang, senang, percaya diri, ya buktinya masih bisa yoga plus ngevideo gitu.

Ntah karena musik video yang menyentuh, membuat kisah dan cerita si ibu makin trenyuh. Waaa.. pengen banget bisa menguasai diri, tenang, percaya diri menghadapi masa masa yang berharga, yang pastinya akan di kenang seumur hidup. Di sana saya takjup. Bahwa tidak semua perhitungan dan logika selalu menang. Masih ada cinta, sayang dan berkah Tuhan. 💓

Anak si ibu itu, sangat bisa diajak kerja sama, lahir dengan normal, sehat, sesuai waktu karena harus nunggu ayahnya yang flight dari luar kota 😍 Sayang videonya tidak bisa di share disini, karena waterbirth masih pro-kontra di Indonesia.

Sharing session yang kedua, kali ini si ibu yang kedua ini lahiran di rumah sakit. Videonya pendek sih, tapi bisa diliat juga kalau si ibu menikmati prosesnya. Terlihat dia tersenyum dan menari untuk membuat bayinya turun. Lokasi di rumah sakit pun kayanya ngga membuat dia terintimidasi, buktinya asik aja dia dandan dan joget nunggu bukaannya nambah 😂😂

Aku sangat berharap bisa mengikuti jejak mereka semua, bisa menikmati proses lahiran dengan nyaman, bisa menyambut dedek bayi dengan senang, bahagia, dan berkesan seumur hidup.

Ini semua tentang saya, bagaimana saya akan mengingat peristiwa ini sebagai prestasi saya sendiri, dalam melahirkan dan membesarkan anak. Semoga semua proses yang diawali dengan baik, selanjutnya akan baik 😍 Mari terus berpikir positif, bersiap, tidak panik dan terus semangaaaat 😉

Tidak lupa juga, mau ngucapin terima kasih untuk ibu yang sudah sharing session kemarin. Mungkin untuk kalian itu hal yang biasa, tapi bagi saya, ceritanya menyentuh, menginspirasi dan menumbuhan semangat percaya diri saya. Semoga kita semua sehat selalu, bisa terus berkarya dan menginspirasi ❤

Love,

Filya

Kelas Inspirasi Lahiran Indah by Bali Birth Keepers

Hari minggu kemarin, saya join ke acara seru kumpul bumil di resto pak oles jalan waribang denpasar. Awalnya saya ikutan acara ini, karena ikut ikutan aja. Biasalah.. liat di socsmed, ada salah seorang kawan yang pernah repost infonya, jadi deh kepo tingkat dewa scroll scroll kebawah apa itu gentle birth.

Sebenernya saya ikut kelas bidan nita (seperti di post sebelomnya, yg saya belajar asi dan yoga, ya sama aja, itu juga coba coba 😛 ). Awal awal kenceng, makin kesini kok makin malas? Hayo.. 😀

whatsapp-image-2017-02-19-at-1-40-53-pm

Ahirnya saya memutuskan untuk invest uang saya 150ribu ke acara Lahiran indah ini. Awalnya ngga mau berekspektasi tinggi, paling yang hadir cuman dikit, paling yoga kaya sudah sudah, mungkin juga akan di jelasin bahasa teknis yang ngga mudah di serap. Ya semua pikiran skeptis itu ada pikiran saya saat booking nama lewat whatsapp. Dan ahirnya saya confirm pembayaran, Kenapa?? karena saya pikir, berada di komunitas, kumpul kumpul bersama bumil bumil yang lain, at least saya ngga merasa sendirian. Itung itung tambah temen aja lah. Merasa senang aja, ngeliat badan ngga gendut sendiri muahahaha 😀

Namun ternyataaaa.. kelasnya seru banget, saya dapet pengetahuan yang sama sekali saya ngga kebayang. Sesuatu yang saya ngga tahu sebelomnya, i dont even know its possible. Saya kira lahiran itu bakalan nangis nangis teriak teriak seperti yang orang orang cerita, akan cakar cakar, pukul pukul suami 😀 (*maunya balas dendam 😛  ) sakit nya berasa 10x lipatnya mens.

Disini saya baru tau, kalau ternyata lahiran itu bisa nyaman, rilex, sambil nyanyi, sambil joget, tetep senyum, tenang dan senang. Wow, kayanya ngga percaya waktu liat video sharing session dari ibu ibu yang lahiran dengan gentle birth. Itu beneran apa editan? 😀

            img_20170219_144948_hdr   img_20170219_171523_hdr

Jawabannya adalah Persiapan, Pengetahuan, Rileksasi dan Pernapasan.

Awalnya saya juga ngga percaya, tapi setelah di cubit bidan, dengan dan tanpa pernapasan yang stabil, terasa loh bedanya! Jadi pas workshop, kami di pair kan( kebetulan suami ngga mau diajak si riki sibuk jadi dapet pasangan bu bidan) paha kiri di cubit dengan pernapasan biasa sedangkan paha kanan di cubit dengan pernapasan perut.

DAN TERNYATAAA , hasilnya saya lebih toleran dengan cubitan paha kanan. Jadi katanya otak manusia tidak bisa fokus dalam dua hal bersamaan, ketika kita fokus sama nafas perut kita, maka rasa sakit tetap ada, tapi teralihkan dengan fokus pernafasan perut

Banyak hal lagi yang kami bicarakan disini, dari apa yang terjadi pada tubuh ibu selama kehamilan.

  • Apa yang harus di lakukan ketika flek tanda cinta datang.
  • Apa yang harus dilakukan ketika bukaan 1 sampai bukaan 10. Bagaimana kita agar tetap tenang, rilex dan fokus terhadap nafas kita.
  • Kontraksi itu kaya gemana sih? Kita harus gemana menghadapinya?
  • Apa aja yang harus di bawa ketika ke rumah sakit
  • Kapan saat yang tepat ke rumah sakit
  • Peran ayah ngapain aja
  • Bagaimana mengatasi back pain di saat kelahiran
  • Gemana kalo ternyata bayi sungsang
  • Gemana kalo ketuban pecah dini

Dan banyaaaak lainnya. Dari yang awalnya aku pikir 150ribu itu kemahalan, tapi dengan info yang di dapetin setelah itu, kelegaan, rasa yakin dan percaya diri untuk lahiran normal, aku pikir ini murah banget 🙂

Yakin deh, rasanya akan beda, walaupun aku pun sudah baca dari berbagai blog, liat di internet, tapi ketika kita ada berada di komunitas yang orang orangnya sesama hamil, di dampingi langsung dengan bidan, ngobrol langsung, praktek langsung, rasanya tuh beda banget. Sensasi percaya diri nya, senang nya, yakin nya itu dapet. Jadi saranku kalo ada acara gini lagi, bumil bumil yang pengen lahiran normal, rilex, tenang bisa di coba deh ikutan kelas ini.

Kalau pengen tau infonya, kapan kelas ini bakalan diadain lagi di denpasar, coba deh di follow ig nya di bawah ini :

whatsapp-image-2017-02-19-at-8-11-53-pm

wa bu bidan devi : +62 812-3932-8180

IG : balibirthkeepers

New born checklist

Karena ibu sudah mulai di tanyain RAB oleh ajik, jadi ibu mulai ngelist kira kira apa aja barang barang yang mandatory dan tidak mandatory untuk dedek bayi dan ibu ketika baru lahir. Dipersiapkan jauh jauh hari, jadi biaya bisa terkendali dengan aman 😛 . Dan tentunya karena bulan april nanti si Ricky yang kemungkinan akan belanja, jadi kalau ada merk atau bentuk khusus, dia bisa baca dari catatan di bawah ini. Lho kok Ricky yang belanja? Ibu nya ngapain?. Ibunya latihan napas aja di rumah 😛

Berikut adalah checklistnya yang ibu rangkum dari berbagai sumber :

Untuk Dedek Bayi :

[Mandatory]

  • Guling, Bantal (sepasang aja cukup kali ya, sarungnya beli sepasang lagi kayanya dah cukup)
  • Bedong / selimut tipis. Bedong bayi pake yg praktis aja skrg ada yg pake velcro halus. Tinggal bungkus bayiknya biar dia tetep nyaman.
  • Popok Kain ( katanya yg banyak terus perlu dicek berapa kali ganti popok kain, karena itu menentukan si bayi cukup ga asi nya) yang ini dikit aja, di pakai di suasana senggang, sisanya pakek pempers aja tapi tetep pantau pipis bayi
  • Pampers ( Beli aja dikit )
  • Solusi lain : Untuk baby nya dlu azka disumpel underpad yg dpotong seukuran popok talinya, ditarus macem pembalut di popok talinya ini kata perawatnya dganti tiap 1-2jam tergantung banyak gak nya si bayi pipis
  • Baju lengan pendek new born
  • Celana lengan pendek / pop
  • Baju lengan panjang new born ( dikit aja bali panas )
  • Celana lengan panjang ( dikit aja bali panas )
  • Jumsuit panjang yang nutup sampe kaki ( dikit aja bali panas )
  • Kaos kaki new born
  • Selimut ( dikit aja, buat kalo di ajak keluar rumah angin anginan)
  • Kelambu bayi biar ga ada nyamuk pas pintu di buka
  • Alas ompol bayi merk renata
  • Perlak
  • Sapu tangan
  • Handuk bayi
  • Botol / Kantong ASI
  • Botol susu? ( I dont know, ini mungkin botol buat simpen asi, atau botol buat nyusuin dedek just in case aku lagi terbang somewhere gitu kali ya)
  • Sikat dan Sponge Botol Bayi
  • Sabun cuci botol
  • Baskom
  • Bak Mandi
  • Sabun Bayi
  • Sampo Bayi
  • Tissu Basah
  • Kapas basah di bulet buletin di taruh di tupperware buat cebokan
  • Cotton Bud
  • Tas Bayi
  • Gendongan Bayi ( yg ada spons nya di bahu biar ngga cepet pegel )
  • Thermometer Bayi
  • Alat sedot ingus dan potong kuku
  • Jemuran popok. Jemuran popok kalo mau banyak pake yg kaya tulang payung itu loh merek Lion Star. Awet banget.
  • detol yg instant sanitizer ( soale bayi 1-3 bulan masih rentan sakit jadi kalo ada sodara main mau gendong, sodorin detol )
  • Sterilizer (jadi botol asi setelah dicuci taruh di sterilizer) aku recommend panasonic D’sterilizer.. itu wis isa buat botol, peralatan makan, breast pump dll
  • kain kasa steril dan perban utk bungkus tali pusernya sebelum puput puser
  • ember yg ada tutupnya 2, 1 buat naro popok bekas pipis, 1 lgi buat yg ga ( pakek yang udah ada aja, ember cuci mobil ricky bisa di pakek ga ya? 😀 )
  • Diaper rash cream merek Zwistal okeh banget. Yang tutupnya warna ungu. Ini sampe skrg aku jg masih pakein juga buat anak2 kalo pd biang keringet.
  • Detergen baju bayi. Kalo ada merek Velvet. Kalo paling umum, pake Sleek.
  • Minyak telon

[Tidak Mandatory / Nice to have]

  • Baby bouncer ( alternatif di gendong ajik )
  • Kereta Dorong / Stroller ( alternatif di gendong ajik )
  • Baby crib
  • Lotion Bayi ( ini kata teman ngga mandatory, tergantung sabun yg di beli udah mengandung lotion atau ngga 😀 misal switzal dia udah licin gt ke badan bayi )
  • Topi bayi (dikit aja karena cuman di pakek kalo keluar dan bisa di siasati dengan selimut topi)
  • Thermos
  • Baby oil ( ini kecil aja karena kata bu bidan di pakeknya dikit doank untuk pijit sebelom mandi, kalo kebanyakan nanti iritasi)
  • Lotion bayi rasanya hampir ga pernah kepake. Itu anak2 polos aja, paling minyak telon. Bedakpun engga.
  • untuk sarung tangan bayi juga ga perlu kalo kuku bayi udah dipotong. Aku diinfokan sama dokter anak naia, itu akan membantu stimulasi sensor dia di jari dan tangan. Kalo mau potong kuku bayi, pake yg merek Pigeon berbentuk gunting kecil itu sangat cucok.
  • Lotion antinyamuk bayi bs dganti dengan mencampur minyak sereh ke pembersih lantai, aroma sereh dkamar sudah ckp mampu bkin nyamuk gak gangguin bayi.
  • kalau misal suatu saat lagi kepepet pumping di kantor atau di luar rumah, jgn lupa sedia ice gel & cooler bag buat nyimpen asipnya

Untuk Ibu:

[Mandatory]

  • Beha menyusui
  • Daster kancing depan
  • Korset / Gurita
  • Pompa asi / breast pump
  • Kain penutup menyusui (ntahlah semacam celemek dapur gitu)
  • Tupperware gede2 untuk simpan simpan peralatan bayi (biar ringkes di cari di satu tempat) dan asi ( buat di kulkas biar ga kecampur bau bau makanan lain)
  • Dari Mba dini : Baju/dress berkancing depan. Ga mesti daster, biar tetep bisa keceh badai setelah melahirkan meskipun muka akan kucel karena kurang tidur. Make sure kancingnya bisa kebuka sampe bawah payudara. Aku kecele beberapa kali, beli daster, kancing cuma 2-3 kancing -_-
  • Breastpad wajib. Si ASI InsyaAllah akan lumayan deras dan bocor. Pakai yg cuci-pakai malah jauh lebih hemat untuk jangka panjang. Coba cari merek dr.Browns, beli sekitar 6-8 pasang.
  • Pembalut untuk nifas yang merek Laurier gitu2 cukup kok, paling cari yg night wings.

  • Korset jauh lebih praktis dari gurita (penganut kepraktisan, karena bakal sibuk dan fokus ngurus bayik)

  • Nah, untuk pompa, banyak jenisnya sekarang. Coba pelajari2 aja dulu. Aku pas naia dan ama, pakenya pompa Pigeon yang manual. Alhamdulillah cocok (apalagi didompet lebih cocok haha). Tapi kayanya yang elektrik enak juga tinggal pasang dan santai kali ya..hehehe

  • Masker sekali pake. Just incase kalo kita/ada yang dateng lagi hacim2.

  • betadine + nebacetine + kasa steril (utk luka setelah melahirkan biar cpt kering)
  • Vitamin pelancar asi ( kalo kata bu bidan, daun katuk,  kedelai, tahu, tempe di cemilin aja)

[Tidak Mandatory / Nice to have]

  • Seprei dan Sarung Bantal katanya bakal sering ganti
  • Thermos electric ( akan lebih less stress kalo punya mungkin)

Terima kasih teman temanku yang sudah sharing di blog, ig, fb, wa, I love you :kiss:

Sementara itu dulu, nanti akan di tambah seiring waktu 🙂

Alhamdulillah yang warna biru udah punya 😀

Kalo teman teman ada usul dan saran ( maklum ya, anak pertama, masih newbie 😛 )

Silahkan banget di drop comment di bawah ini ya 😉

Love,

Filya

Si lucu di dalam perut yang besar

Tidak terasa, masa masa mabok sudah terlewati. Ibu sekarang sudah membawa kamu kemana mana selama enam bulan. Apa yang ibu rasakan? Senang, bahagia, excited, seru, wah nano nano rasanya. Badan ibu mulai membesar drastis. Paha, pipi, perut semua luar biasa ❤

Di blogpost kali ini, ibu mau menceritakan semua pengalaman ibu mengikuti kelas senam, kelas yoga dan kelas asi. Awalnya, ibu mau join senam ibu hamil di sesetan, tapi setelah ke lokasi nya ternyata tokonya sudah tutup. Ealah.. baru mau mulai dah tutup 😀

Di trisemester pertama, rasanya emang mabok berat. Ga bisa ngapa ngapain, pusing, mual, bawaannya lemas melulu. Karena sekarang badan sudah mulai enak, Ricky memintaku untuk memulai lagi olah raga. Dia merasa badanku terlalu besar, harus di gerakkan biar lebih segar dan sehat. (Baru segini, dia udah ngomel genduuuuutt… padahal ibu ibu di kelas senam hamil, lebih gede gede.. 😀 )

Karena toko perlengkapan ibu hamil yang sekaligus studio yoga di sesetan itu tutup, maka kami berkeliling denpasar (naik motor, iya motor mio kecil) hingga ahirnya nyampe lah di sebuah rumah sakit di depan santo yoseph di jalan sudirman denpasar. Awalnya ibu liat poster di bawah ini, lalu nyelonong ke resepsionis untuk tanya tanya

screen-shot-2017-02-15-at-8-01-00-pm

Singkat kata, bertemulah dengan bidan Nita. setelah berbicara kesana kemari, ahirnya ibu pengen nyoba. Ahirnya ibu register kelas yoga yang ternyata di dalamnya ada kelas asi hahaha.. yoganya asik, cuman 20menit tapi rasanya paha ketarik 😀

ig : klinik_utama_dharma_sidhi

gerakan yoga nya dari streching, jongkok, split lalu jalan kucing merangkak seru deh. Diajarin cara duduk biar ngga pegal dan paling penting pernapasan perut yang digunakan waktu lahiran. Nafasnya lewat hidung, masuk panjang ke perut (jadi pas tarik napas, perut membesar) lalu di hembuskan lewat hidung juga, dan perut mengempis. Ini yang akan memberi tenaga untuk mendorong bayi di saat lahiran.

Kelas asi nya juga berkesan. Disana ibu tau kalau posisi menyusui yang benar, bisa meminimalisir puting yang lecet yaitu dengan cara menyusui yang di tempelkan ke jeda diantara bibir atas dan hidung bayi, nanti bayi akan otomatis menelan puting susu ibu masuk hingga menempel langit langit mulutnya.

Bagaimana mengatasi kalau asi tidak keluar? caranya rilex, jangan stress dan ekspektasi nya jangan ketinggian. Saat baru lahir, ukuran lambung bayi cuman seukuran kelereng, jadi kalau asi ibu keluar sebanyak sendok makan itu sudah banyak dan cukup untuk dedek bayi. Jangan takut susah kurus, jadi makan makanan bergizi, kacang kacangan, daun katuk, sayur sayuran berserat dan air. Dan asi itu based on demand, semakin sering di susui, maka semakin lancar. Jadi jangan takut kalau belom keluar, disusui terus aja, relax, berikan rasa cinta dan sayang ke bayi 🙂

Ibu juga ambil kelas senam hamil di kasih ibu, harganya cuman 15ribu bahkan gratis kalau ikut simpanan bersalin. Kelas senamnya asik, cuman 20 menitan juga, tapi lumayan lah geraknya bikin nyaman, ngga sepegel yoga 😛 Musiknya juga asik, baru berapa menit senam, atur napas, ibu sudah terasa ngantuk rilex 😛 disini di ukur tensinya, dengar suara jantung bayi dan di beri oleh oleh bingkisan kecil pigeon isinya lotion, sabun, sampo. Ibu sudah punya dua, lumayan, kalo ada yg butuh babyset, bisa lah diberdayakan 😀

Kurang lebih itu point point penting di kelas kemarin. Ibu sekarang sudah merasa percaya diri. Ibu sudah tidak mau memikirkan hal hal yang membuat stress, semua ibu alihkan ke perasaan rilex, bahagia, tenang dan senang mau ketemu dedek bayi. Istirahat, makan, bergerak yang cukup, dan enjoy the pregnancy ❤

Love,

Ibu

Hypnobirth Tahap 1 (untuk kehamilan)

Awalnya sayapun skeptis, ya sebagai orang yang bergelut di bidang teknik. Dimana kita sudah terbiasa dengan hal hal logis dan teknis, rasanya agak ragu sama hal hal semacam ini hahaha 😀

Suamiku Si Ricky menyarankan aku untuk ikutan hipnoterapi untuk mengurangi dan mengatasi rasa panik dan cemas ku belakangan ini. Ntah karena hamil, ntah karena agak terbeban dengan pekerjaan, yaaa rasa rasanya ahir ahir ini pikiran tak menentu 😀

Hingga ahirnya kami memutuskan ke Bandung ahir tahun 2016 untuk bertemu keluarga ricky yang kebetulan praktisi kesehatan dan seorang terapis hipnoterapi. Dan tibalah pagi tadi kami di rumahnya karena kebetulan jadwal dia dan kami cocok hari ini.

Awalnya ngobrol santai, dia bertanya tentang keseharianku. Lalu mulai masuk ke tahapan afirmasi yaitu serangkaian kata positif yang dimaksudkan untuk diucapkan ke diri sendiri. Aa tata (nama terapisnya) memintaku menulis hal yang aku yakini yang kondisinya sekarang terjadi pada kehamilanku. Dan lalu akupun menulis

Bayiku sehat dan kuat

“Cuman bayinya aja nih? Ibu nya ngga? ” Tanya Aa tata. Dan akupun memperbaiki kalimatku

Bayiku sehat dan kuat, akupun sehat, senang dan kuat

Dan ahirnya kami bercerita panjang lebar tentang hal hal lain dan kalimat afirmasiku pun semakin panjang dan lengkap 😀

Nah, setelah kalimat afirmasinya jadi. Selanjutnya ini adalah tahapan yang menarik. Aa tata mengajariku teknik relaksasi. Rasanya kaya di acara hipnotis hipnotis gitu, cuman kaya masih separoh sadar. Unik bener deh rasanya.

"Ngebayanginnya

Awalnya aku diminta merebahkan diriku di sofa, menempatkan diri ke posisi paling nyaman, terus memejamkan mata. Untuk menjadi rilex, kita harus merasakan dulu bahwa tubuh tuh tegang dan setelah hembusan nafas, kita perlahan lahan merilekskan badan.

  1. Tegangkan bagian kaki dan betis, tarik otot ototnya setegang mungkin, lalu tarik napas panjang, dan lepaskan ketegangan, lemaskan otot kaki sambil membuang napas
  2. Dengan cara yang sama, dilanjutkan dengan bagian paha dan pantat
  3. Dengan cara yang sama, dilanjutkan dengan perut dan dada
  4. Dengan cara yang sama, dilanjutkan dengan tangan dan telapak tangan (mengepal seperti mau nonjok)
  5. Dengan cara yang sama, dilanjutkan dengan wajah dan leher

Dan setelah itu, Aa tata menepuk bahuku lalu memberikan sugesti untuk memunculkan angka di dalam pikiranku, dimana angka tersebut increment dan setiap angka bertambah, aku menghembuskan nafas, lalu angka itu menghilang seperti kabut di pagi hari. Pada tahapan ini, rasanya badan tuh rasanya beraaaaaattt banget 😀 kaya antara ngantuk, tapi belom bobo, tapi ga kuat mo gerak 😀

Selanjutnya Aa tata bertanya tempat yang paling bikin rileks, dia tanya aku suka ke pantai, taman, atau air terjun atau yang lain. Dan aku memilih air terjun. Ini rasanya kaya mimpi, tiba tiba aku di depan air terjun( yang ada di bayanganku adalah air terjun madakaripura, karena ini air terjun yang sangat berkesan buatku) Aku merasakan airnya mengalir di kakiku, aku merasakan titik titik air nya jatuh ke wajahku, dingin, enak, segar, dan senang.

Aa tata bertanya lagi, tentang perasaanku, tentang kenyamananku, dan memberiku sugesti untuk mengingat rasa senang ini, melipat gandakan rasa senangnya, mengikat rasa senang ini ke alam bawah sadarku.

Lalu Aa tata bertanya, bagian tubuh mana yang terasa tidak rileks atau tidak nyaman, dan aku bilang kepala, rasanya berat. Lalu dia memberikan sugesti pada diriku untuk fokus ke kepala dan seolah olah masuk ke dalam kepala. Lalu dia memintaku melihat sekeliling, aku sedang ada di mana. Aku menjawab aku sedang berada di library. Lalu aku mulai mencari apa yang tidak sesuai, tidak beres, tidak pada tempatnya lalu mulai merapikannya. Somehow aku lega dan senang setelah mengisi buku di dalam rak, merapikannya, dan memenuhi nya dengan buku cerita 😀 ntahlah, itu yang terbanyang. Seperti mimpi, kita tidak bisa memilih ada di mana, tapi kita bisa mengkontrol diri kita mau ngapain 🙂

Selanjutnya ini yang menarik, aku diminta untuk memfokuskan diri ke perut, masuk ke dalam perut. Aa tata bertanya, dedek nya lagi ngapain. Dan kulihat dia sedang tidur. Aa tata kembali bertanya, seperti apa bayinya, aku bilang botak :D. Disini perasaanku bercampur aduk, aku pegang tangannya, aku elus elus kepalanya, pipinya. Dan… tanpa terasa lalu aku menitihkan air mata. Kyaaaaaaaa….

Aa tata bertanya, apa yang ingin aku sampaikan pada dia. Aku hanya berkata, yang sehat, yang kuat, yang baik baik, sampai jumpa jika nanti saatnya tiba. Nah pas saat ini, kalo kata Ricky yang ngeliatin sih, katanya aku senyum senyum sendiri hahahaha Gilak emang, tidak masuk akal, tapi serasa nyata banget!

Selanjutnya, Aa tata memintaku untuk keluar dari perut untuk kembali ke posisiku lagi. Dia mulai memintaku untuk menghitung angka lagi, dan perlahan lahan dia memintaku untuk menggerak gerakkan badanku hingga ahirnya di hitungan kelima, aku mulai membuka mata lagi.

Jreng.. rasanya lega, rasanya senang, rasanya ringan, rasanya puas, rasanya nyaman, seneeeeeeng aja gitu.

Aa tata berkata kepadaku, biasanya kalo ibu hamil, ngobrol ma anaknya itu nangis nangis, kok mba nya kayanya biasa aja. Hahahaha.. Padahal aku sih nangis juga, gemana ya! Kaya bingung gitu, aku kaya tidak yakin ini nyata, tapi berasa kaya nyata, kaya beneran banget. Antara percaya, ga percaya, tapi bayinya kok kaya real banget. Yaaa ampun! nano nano rasanya 😀

Seneng banget bisa hipnobirth sesi pertama ini, semoga aku bisa melakukan nya regular sehari hari sendiri. Jadi aku bisa lebih senang, lebih ringan, lebih rilex menghadapi kehamilan ini. Lebih bahagia, lebih segar dan lebih percaya diri ( semua sugesti itu ditanamkan di alam bawah sadarku, semoga selamanya di sana 😛 )

Hipnobirth sesi selanjutnya dilakukan kalau sudah tri semester ke tiga untuk mempersiapkan kelahiran, biar lebih tenang, lebih rileks, lebih nyaman dan tidak panik. Nantikan postingan saya selanjutnya ya!

Love,

Filya